Import data kolektif SBPAYS adalah cara memasukkan banyak ID pelanggan ke dalam satu grup melalui browser Mozilla Firefox atau Google Chrome di PC/laptop dengan OnService aktif. Proses import hanya menambahkan data pelanggan; saldo belum terpotong dan transaksi belum dibayar sampai agen melakukan inquiry, memeriksa hasilnya, lalu memilih proses pembayaran.
Jawaban singkat: untuk kolektif PLN Pascabayar, siapkan file .xls atau .txt berisi daftar ID Pelanggan tanpa nama. Buka Daftar Bayar, pilih grup, klik List Member → Import → Choose File → Import, lalu cocokkan ID yang masuk sebelum melakukan inquiry. Untuk layanan kolektif lain, ikuti format file yang ditampilkan menu aktif.
Apa yang Perlu Disiapkan?
- PC atau laptop yang dapat mengakses SBPAYS;
- OnService yang aktif dan terdeteksi pada baris Versi Plugin;
- grup kolektif untuk layanan yang akan diproses;
- file berisi ID pelanggan yang sudah diperiksa;
- saldo yang mencukupi ketika nanti melakukan pembayaran.
Jika belum dapat masuk melalui PC, buka halaman Login SBPAYS resmi. File pendukung PC dan panduan OnService tersedia di halaman Download SBPAYS.
Format File Import Data Kolektif SBPAYS
Khusus kolektif PLN Pascabayar, panduan SBPAYS mendokumentasikan file import berformat .xls atau .txt yang berisi daftar ID pelanggan tanpa nama. Panduan PC yang lebih lama juga memperlihatkan contoh import melalui Member Group List menggunakan file .txt.
Untuk PDAM, screenshot SBPAYS PC yang diverifikasi menunjukkan import juga dilakukan melalui Daftar Bayar → pilih grup → List Member → Import. Contoh file yang dipilih berupa Text Document (.txt). Dua pola isi yang terlihat pada dokumentasi PDAM adalah ID pelanggan saja per baris dan ID Pelanggan,Nama dengan tanda koma sebagai pemisah.
Karena kedua pola PDAM tersebut sama-sama terlihat pada dokumentasi, gunakan format yang sesuai dengan kebutuhan grup dan tampilan menu aktif. Jangan menambahkan kolom lain yang tidak diperlukan.
Sebelum mengunggah file, periksa hal berikut:
- satu baris mewakili satu pelanggan sesuai template aktif;
- ID pelanggan tidak mengandung spasi di depan atau belakang;
- tidak ada baris kosong yang tidak diperlukan;
- tidak ada ID pelanggan ganda;
- nomor panjang tidak berubah menjadi notasi ilmiah seperti
1.23457E+11; - nama file singkat dan mudah dikenali.
Untuk PLN Pascabayar, isi file import cukup berupa daftar ID Pelanggan tanpa nama. Untuk PDAM, dokumentasi aktual menunjukkan file .txt dapat berisi ID pelanggan saja atau ID Pelanggan,Nama per baris dengan tanda koma sebagai pemisah. Jangan menambahkan NIK, nomor telepon, atau kolom lain yang tidak diperlukan.
Cara Import Data Kolektif SBPAYS di PC/Laptop
- Login ke SBPAYS melalui PC atau laptop.
- Buka layanan yang mendukung transaksi kolektif, misalnya PLN Pascabayar atau PDAM.
- Pilih menu Daftar Bayar atau menu kolektif yang tampil.
- Klik Tambah Group jika grup belum dibuat. Pada PDAM, pilih Biller terlebih dahulu, lalu isi Nama Group, Telepon, Nama Kontak, dan Keterangan sesuai kebutuhan sebelum klik Simpan.
- Pada tabel grup, klik ikon List Member untuk membuka Member Group List.
- Di jendela Member Group List, klik Import.
- Pada jendela Import Member, klik Choose File atau tombol pemilih file, cari file yang sudah disiapkan, lalu klik Import.
- Tunggu sampai daftar ID pelanggan tampil kembali di Member Group List.
- Cocokkan jumlah baris pada file dengan jumlah pelanggan yang berhasil masuk.
- Periksa data gagal, duplikat, atau ID yang tidak sesuai sebelum melakukan inquiry.
Untuk kolektif PLN Pascabayar dan PDAM, alur import yang sudah terverifikasi adalah Daftar Bayar → pilih grup → List Member → Import → pilih file → Import → verifikasi daftar ID di Member Group List. Perbedaannya terutama ada pada format file: PLN terdokumentasi memakai .xls atau .txt berisi ID tanpa nama, sedangkan PDAM yang terlihat memakai file .txt dengan pola ID saja atau ID,Nama.
Apa yang Harus Dicek Setelah Import?
| Pemeriksaan | Tindakan |
|---|---|
| Jumlah data | Cocokkan total pelanggan pada file dan grup. |
| ID duplikat | Hapus data ganda sebelum inquiry. |
| ID tidak terbaca | Periksa spasi, digit yang kurang, dan format nomor. |
| Pelanggan salah grup | Hapus atau pindahkan sebelum cek tagihan. |
| Data sensitif | Pastikan file hanya memuat data yang diperlukan. |
Apa Bedanya Import Data Kolektif, Transaksi Kolektif, dan Multi Payment?
| Fitur | Fungsi utama | Kapan digunakan |
|---|---|---|
| Import data kolektif | Memasukkan banyak ID pelanggan ke dalam grup. | Sebelum inquiry dan pembayaran kolektif. |
| Transaksi kolektif | Mengecek dan membayar banyak pelanggan pada satu layanan atau grup. | Setelah anggota grup sudah benar. |
| Multi Payment | Nama modul tersendiri pada aplikasi SBPAYS PC; fungsi dan alur operasionalnya menunggu dokumentasi aktual. | Gunakan hanya saat menu yang dibuka benar-benar berlabel Multi Payment. |
Dengan pembagian ini, import bukan proses pembayaran. Setelah data benar, lanjutkan ke panduan transaksi kolektif PLN SBPAYS, panduan transaksi kolektif PDAM SBPAYS, atau baca pengenalan modul Multi Payment SBPAYS.
Import Tidak Sama dengan Membayar Tagihan
Import hanya memasukkan daftar pelanggan. Setelah data benar, lakukan inquiry atau cek tagihan. Periksa nama atau identitas pelanggan yang ditampilkan sistem, jumlah tagihan, biaya admin, jumlah pelanggan berhasil, dan saldo. Pilih pembayaran hanya setelah seluruh informasi sesuai.
Jika Import Gagal atau Data Tidak Masuk
- Untuk PLN Pascabayar, pastikan file menggunakan
.xlsatau.txtdan hanya memuat daftar ID Pelanggan tanpa nama. - Untuk PDAM, gunakan file
.txtsesuai pola yang didokumentasikan: ID pelanggan saja per baris atauID Pelanggan,Namadipisahkan koma. - Untuk layanan kolektif lain yang belum terverifikasi, ikuti format atau template pada menu aktif.
- Periksa ekstensi file dan susunan data.
- Hapus baris kosong, karakter tambahan, serta spasi pada ID pelanggan.
- Simpan ulang file tanpa rumus atau format angka otomatis.
- Coba import dalam jumlah lebih sedikit untuk menemukan baris yang bermasalah.
- Jika tombol import tidak tersedia atau semua data gagal, jangan menebak format; hubungi CS SBPAYS dan sampaikan layanan, nama menu, serta pesan kesalahan yang muncul.
Cara Menjaga Data Pelanggan Tetap Aman
- gunakan hanya data pelanggan yang diperlukan untuk transaksi;
- jangan membagikan file melalui tautan publik;
- jangan menampilkan ID pelanggan asli pada screenshot panduan;
- batasi akses file hanya kepada petugas loket yang berwenang;
- hapus file sementara setelah tidak diperlukan, sesuai kebijakan penyimpanan loket.
FAQ Import Data Kolektif SBPAYS
Apakah import langsung memotong saldo?
Tidak. Import memasukkan ID pelanggan ke dalam grup. Saldo baru digunakan ketika agen memproses pembayaran setelah inquiry dan verifikasi.
Format file apa yang digunakan untuk kolektif PLN Pascabayar?
Panduan SBPAYS mendokumentasikan file .xls atau .txt berisi daftar ID Pelanggan tanpa nama.
Format file apa yang digunakan untuk kolektif PDAM?
Screenshot SBPAYS PC yang diverifikasi menunjukkan file .txt. Isinya dapat berupa ID pelanggan saja per baris atau ID Pelanggan,Nama dengan tanda koma sebagai pemisah.
Mengapa nomor pelanggan berubah menjadi huruf E?
Aplikasi spreadsheet dapat mengubah nomor panjang menjadi notasi ilmiah. Atur kolom sebagai teks dan periksa kembali seluruh digit sebelum file diimpor.
Apakah data pelanggan boleh dicantumkan dalam screenshot?
Jangan tampilkan ID pelanggan, nama, saldo, atau identitas transaksi asli pada screenshot publik. Gunakan data fiktif atau samarkan seluruh data sensitif.
Temukan tutorial transaksi dan penggunaan aplikasi lainnya di Panduan Lengkap SBPAYS.
Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2026.




